Minggu, 10 Januari 2010

Dimensi & proses perencanaan manajemen strategis

Manajemen strategi mempunyai beberapa dimensi atau bersifat multidimensional. Dimensi dimaksud adalah :
1. Dimensi waktu dan orientasi masa depan
Manajemen strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilaku proaktif dan antisipatif terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut dirumuskan dan ditetapkan sebagai visi organisasi yang akan diwujudkan 10 tahun atau lebih masa depan. Visi dapat diartikan sebagai “ kondisi ideal yang ingin dicapai dalam eksistensi organisasi dimasa depan”.
Sehubungan dengan hal di atas Lonnie Helgerson yang dikutip Salusu menyatakan bahwa “ Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatu organisasi yang belum tampak sekarang tetapi merupakan konsepsi yang dapat dibaca oleh setiap orang (anggota organisasi). Visi memiliki kekuatan yang mampu mengundang, memanggil, dan menyerukan pada setiap orang untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus dirumuskan oleh manajemen puncak (pucuk pimpinan) organisasi”.
2. Dimensi Internal dan Eksternal
Dimensi internal adalah kondisi organisasi non profit pada saat sekarang, berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harus diketahui secara tepat untuk merumuskan renstra yang berjangka panjang.
Analisis terhadap lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan operasional, lingkungan nasional dan lingkungan global (internasional), yang mencakup berbagai aspek atau kondisi, seperti kondisi sosial politik, sosial ekonomi, sosial budaya, kependudukan, kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat, agama dan lain-lain.
3. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber
Manajemen strategik sebagai kegiatan manajemen tidak dapat melepaskan diri dari kemampuan mendayagunakan berbagai sumber daya yang dimiliki, agar secara terintegrasi terimplementasikan dalam fungsi-fungsi manajemen ke arah tercapainya sasaran yang ditetapkan di dalam setiap rencana operasional, dalam rangka mencapai tujuan strategik melalui pelaksanaan misi untuk mewujudkan visi organisasi publik. Sumber daya terdiri dari sumber daya material khusunya berupa sarana dan prasarana, sumber daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap program dan proyek, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber daya informasi.
4. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak
Manajemen strategik yang dimulai dengan menyusun rencana strategik merupakan pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan visinya dapat diwujudkan, baik pada organisasi yang bersifat privat maupun publik.
Rencana strategik harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupan organisasi yang berpengaruh pada eksistensinya dimasa depan merupakan wewenang dan tanggungjawab manajemen puncak. Oleh karena itu rencana strategik sebagai keputusan utama yang yang prinsipil itu tidak saja ditetapkan dengan mengikutsertakan, tetapi harus dilakukan secara proaktif oleh manajemen puncak, karena seluruh kegiatan untuk merealisasikannya merupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinan tertinggi, meskipun kegiatannya dilimpahkan pada organisasi atau satuan unit kerja yang relevan.
5. Dimensi Multi Bidang
Manajemen strategik sebagai sistem pengimplementasiannya harus didasari dengan menempatkan organisasi satu sistem. Dengan demikian berarti sebuah organisasi akan dapat menyusun rencana strategis dan rencana renovasi jika tidak memiliki keterikatan atau ketergantungan sebagai bawahan pada organisasi lain sebagai atasan.

Proses perencanaan strategi produk meliputi beberap langkah, yaitu:
1. Analisis Situasi
Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal maupun
eksternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah
perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh
lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki,
seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan
seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi
permintaan tersebut.
2. Penentuan Tujuan Produk
Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang
dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atau
mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu
dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat
memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.
3. Penentuan Sasaran Pasar
Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan
ataupun melakukan segmentasi. Denga demikian alternatif yang
dapat dipilih adalah produk standar, customized product, maupun
produk standar dengan modifikasi.
4. Penentuan Anggaran
Anggaran bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi
sekaligus sebagai pengendalian.
5. Penetapan Strategi Produk
Dalam tahap ini, alternatif-alternatif strategi produk dianalisis dan
dinilai keunggulan dan kelemahannya, kemudian dipilih yang paling
baik dan layak untuk kemudian diterapkan.
6. Evaluasi Pelaksanaan Strategi
Langkah yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap
pelaksanaan rencana yang telah disusun.

Pengertian manajemen strategis

Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.
Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Sedangkan pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.
Dari pengertian-pengertian yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsure-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Disamping itu pengertian manajemen strategik yang telah sebutkan terakhir dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1. Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
2. Renstra berorientasi pada jangkauan masa depan.
3. Visi, misi, pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat didalamnya.
4. Renstra dijabarkan menjadi rencana operasional yang antara lain berisi program-program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-masing juga sebagai keputusan manajemen puncak.
5. Penetapan renstra dan rencana operasi harus melibatkan manajemen puncak karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk panjangnya.
6. Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.

manajemen apapun

manajemen apapun
Kenapa saya memberikan judul memanajemen apapun karena apa yang ingin saya tuliskan ke dalam blog diperlukan dalam semua manajemen dari perusahaan,oganasisasi profit/nonprofit atau hanya dalam organisasi terendah seperti sekolah.
Dan ada 7 hal yg perlu diperhatikan dalam bermanajemen
1. nilai & visi
2. misi
3. aturan
4. profesionalisme
5. insentif
6. sumberdaya
7. rencana kerja

jika kesemua unsur dijalankan dengan baik niscaya apapun yang di aturnya akan berjalan dengan baik sesuai dengan rencana dan pelaksanaan nya juga.kemajuan sudah didepan mata.namun jika satu saja point-point di atas tidak terpenuhi maka akan banyak kendala-kendala dalam mengatur atau memanage .
kita ambil saja contoh jika sebuah organisasi atu perusahaan tidak memiliki:

1. nilai dan visi
rusak apa yang dimaksud rusak?jika kita tak memiliki ha tersebut apa yang akan menjadi dasar kita mendirikan sebuah perusahaan.tidak jelas pastinya,apakah maksudnya,tujuannya dalam dunia bisnis perusahaan ini mungkin akan dijauhi seorang investor karena tidak ada arah dan tujuan yg akan berkhir dengan rusak.
2. Misi
Tujuan perusahaan tersebut harus ad jika tidak ,apa yg mau dicapai perusahaan tersebut??kembali lagi”tidak jelas”perusahaan tersebut
3. Aturan
Perusahaan harus memiiki aturan ,sebuah system yang menatur jalannya perusahaan ,manajemen yang baik harus berjalan.aturan yang kuat dan sehat pun harus karena peraturan tidaklah aturan yang sembarangan.harus jelas.
4. Profesionalisme
Ahli dalam bidangnya,maksudnya manajemen harus ahli ,konsisten dan berpikir jangka panjang itulah yang disebut profesionalisme jangan sampai disebut tidak becus dalam memanage.
5. Insentif
Tanpa insentif berarti lambad mengapa??karena jika tidak inovativ dan kreatif tidak aka nada kemajuan dalam berkarya ,jadinya akan terlamabd dalam semua aspek berbisnis
6. Sumberdaya
Sumberdaya manusia atau sdm yang pastinya kita bahas..sdm harus baik jika tidak frustasi tidak ada yang dapat menjalankan perusahaan tersebut yang berakhir ke point nomer 1
7. Rencana kerja
Tanpa ini seperti arsitek membangun tanpa di gambar dan di hitung,seperti utut menjalankan bidak catur tanpa dipikir .akan salah langkah.fatal dalam perusahaan atau organisasi jika semua unsure tercapai tanpa point ini ya tidak akan berjalan dengan baik ,sekali lagi salah langkah,mungkin jika belum terlalu parah bisa diperbaiki,namaun jika tidak?kita akan me rollback atau menguangnya dari awal?ya jika kita mampu ,jika tidak??

Inti dari semua pembahasan di ats adlah jika dalam berorganisasi atau berperusahaan ke7 hal ini sangat diperlukan dalam manajemennya,atau pengaturannya,memanage sesuatu sangatlah penting dan matang tidak boleh asal.
Tidak ada yang ingin system berjalan mundur kebelakang,semuannya ingin maju kedepan
Berusaha dan berdoalah sebelum melakukan sesuatu bijak dalam memerintajh,kreatif dalam berpikir semoga apa yang kita lakukan berhasil dan bermanfaat untuk orang banyak.

ORGANISASI BERORIENTASI HASIL

Organisasi adalah sebuah system yang merupakan suatu keseluruhan, yang terdiri dari aneka macam komponen (subsistem) yang saling berinteraksi satu sama lain dalam rangka upaya untuk pencapaian sasaran-sasaran system yang bersangkutan. Suatu organisasi berorientasi hasil harus memiliki :
Nilai membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu
dan mengevaluasinya.
Misi merupakan sebuah pernyataan yang menegaskan visi lewat pilihan bentuk atau garis besar jalan yang akan diambil untuk sampai pada visi yang telah lebih dulu dirumuskan. Keduanya tidak memiliki dimensi ukur kuantitatif (persentase, besaran waktu, dll). Sebagai konsep yang ideal visi-misi ini harus diterjemahkan lagi dalam konsep yang lebih nyata dan terukur yaitu tujuan (objective). Tujuan dalam konteks ini tidak sama dengan tujuan yang kita bahas didepan. Tujuan yang kita bahas disini adalah tujuan sebagai konsep yang jauh lebih riil.
Visi menggambarkan aspirasi masa depan tanpa menspesifikasi cara-cara untuk mencapainya, visi yang efektif adalah visi yang mampu membangkitkan inspirasi.
Dengan adanya tata Aturan setiap organisasi maka dapat lebih mudah dibedakan suatu organisasi dengan kumpulan kemasyarakatan.
PROFESIONALISME
Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri‐ciri profesionalisme:
1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta
kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang
diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan
dengan bidang tadi
2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam
menganalisis suatu masalah dan peka di dalam
membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam
mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan
3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya
kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan
yang terbentang di hadapannya
4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan
kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan
menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam
memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan
pribadinya.
Insentif sangat diperlukan untuk memacu kinerja para pegawai agar selalu berada pada tingkat tertinggi (optimal) sesuai kemampuan masing-masing.
sumberdaya adalah merupakan suatu proses yang
terus menerus berjalan selama organisasi itu ada dan bagi seorang tenaga
kerja proses perencanaan sumberdaya manusia akan terasa sejak ia akan masuk
kedalam organisasi hingga ia keluar dari organisasi.
Rencana kerja adalah Suatu planning yang dibentuk untuk menjalankan suatu organisasi selama kegiatan tersebut masih berlangsung.

Selasa, 29 Desember 2009

KEBURUKAN YANG TERJADI DALAM RUANG LINGKUP INSTITUSI PENDIDIKAN

Untuk bekerja secara efektif dan efesien,orang-orang dalam organisasi harus mempunyai posisi dan peranan yang jelas,yaitu adanya tujuan yang jelas dan meyankinkan serta kejelasan konsep tugas dan aktivitas yang harus di pikul.Serta wewenang yang memungkinkan orang mengetahui keputusan apa yang harus di ambil dalam usaha mencapai tujuan.Untuk itulah struktur organisasi harus diciptakan di dalam sebuah lembaga pendidikan atau yayasan.Dengan adanya struktur organisasi maka akan terjadi kejelasan pembagian kerja.Dan fungsi tersebut telah dibagi pada orang-orang yang ada dalam organisasi dan pengarahan yang dilakukan pimpinan.untuk menghindarkan kemungkinan orang-orang dalam organisasi melakukan kegiatan nya sendiri-sendiri.Dan kegiatan yang dikoordinasi adalah kegiatan yang harmonis yang dapat dirangkai dan disatupadukan yang mengarah pada tujuan bersama.Pelaksanaan kegiatan tidaklah dapat berjalan dengan baik tampa ada sebuah struktur organisasi didalam nya.Kegiatan-kegiatan dalam sebuah lembaga atau yayasan akan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.Sehingga keberhasilan dari suatu kegiatan akan berpengaruh pula terhadap kegiatan lainnya.

Adapun bentuk-bentuk organisasi diantaranya :

a. Organisasi Garis.
Organisasi Garis atau lini adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya merupakan garis wewenang yang saling menghubungkan langsung sacara vertikal antara pimpinan dan bawahan.
Pada organisasi ini garis bersama dari kekuasaan dan tanggung jawab yang bercabang pada setiap tingkat pimpinan mulai dari tingkat yang teratas sampai tingkat yang terbawah. Dalam organisasi ini seseorang atau bawahan hanya bertanggung jawab kepada satu orang atasan saja.

Keburukan Organisasi Garis:

  • Tugas Pokok orang-orang sering dinomor duakan.Kurangnya seorang pimpinan perusahaan yang cakap dan berpengetahuan luas.
  • Adanya kecenderungan seorang pimpinan untuk bertindak otoriter/diktator.
  • Persaingan tidak sehat antara pejabat satu dengan pejabat yang lain.
  • Dalam pengembangan suatu bawahan kurang mendapat perhatian, karena mereka tidak pernah di ikutsertakan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

b. Organisasi lini dan Staff
perpaduan antara struktur organisasi garis dengan struktur organisasi fungsional dengan bantuan staff. Staff adalah tenaga ahli yang bertugas memberikan pertimbangan dan nasehat sesuai dengan keahliannya.

Keburukan Organisasi Fungsional, yaitu :

  • Para tenaga kerja/karyawan sering bingung karena mendapat perintah dari beberapa atasan.
  • Tidak adanya satu kesatuan perintah.
  • Sulit adanya kerja sama karena para tenaga pengajar/karyawan sudah merasa ahli dalam bidangnya dan juga terlalu mementingkan bidangnya.

Menekankan pada rutinitas tugas dan kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang
Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit

Keburukan Organisasi Lini dan Staf, yaitu :

  • Tugas pokok para tenaga pengajar sering di nomor duakan.
  • Struktur organisasinya sangat rumit.
  • Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya, dan Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu .

Organisasi Fungsional

Organisasi Fungsional adalah organisasi yang susunannya berdasarkan atas fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut,Dalam organisasi ini seorang tenaga kerja tidak hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Pada organisasi ini pemimpin berhak memerintahkan semua para tenaga kerja/para karyawannya, selama masih dalam hubungan pekerjaan.Sehingga seorang pekerja dapat saja diperintah oleh lebih dari satu atasan sesuai dengan keahliannya.

Kebaikan dan Keburukan Organisasi Lini dan Staff adalah

A. Kebaikan struktur organisasi lini dan staff:

1. Adanya pembagian tugas yang jelas.

2. Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas.

3. Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin.

4. Staff dilaksanakan sesuai dengan prinsip the right man on the right place.

5. Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan.

B. Keburukan struktur organisasi lini dan staff:

1. Tugas Pokok orang-orang sering dinomor duakan.

2. Proses decision making berliku-liku.

3. Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoil system patronage.

4. Persaingan tidak sehat antara pejabat satu dengan pejabat yang lain

5. Pemimpin biasa yang cenderung otoriter, karena organisasi dipandang milik sendiri.

-6.589166 106.792999

KEBURUKAN YANG TERJADI DALAM RUANG LINGKUP INSTITUSI PENDIDIKAN

Untuk bekerja secara efektif dan efesien,orang-orang dalam organisasi harus mempunyai posisi dan peranan yang jelas,yaitu adanya tujuan yang jelas dan meyankinkan serta kejelasan konsep tugas dan aktivitas yang harus di pikul.Serta wewenang yang memungkinkan orang mengetahui keputusan apa yang harus di ambil dalam usaha mencapai tujuan.Untuk itulah struktur organisasi harus diciptakan di dalam sebuah lembaga pendidikan atau yayasan.Dengan adanya struktur organisasi maka akan terjadi kejelasan pembagian kerja.Dan fungsi tersebut telah dibagi pada orang-orang yang ada dalam organisasi dan pengarahan yang dilakukan pimpinan.untuk menghindarkan kemungkinan orang-orang dalam organisasi melakukan kegiatan nya sendiri-sendiri.Dan kegiatan yang dikoordinasi adalah kegiatan yang harmonis yang dapat dirangkai dan disatupadukan yang mengarah pada tujuan bersama.Pelaksanaan kegiatan tidaklah dapat berjalan dengan baik tampa ada sebuah struktur organisasi didalam nya.Kegiatan-kegiatan dalam sebuah lembaga atau yayasan akan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.Sehingga keberhasilan dari suatu kegiatan akan berpengaruh pula terhadap kegiatan lainnya.

Adapun bentuk-bentuk organisasi diantaranya :

a. Organisasi Garis.
Organisasi Garis atau lini adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya merupakan garis wewenang yang saling menghubungkan langsung sacara vertikal antara pimpinan dan bawahan.
Pada organisasi ini garis bersama dari kekuasaan dan tanggung jawab yang bercabang pada setiap tingkat pimpinan mulai dari tingkat yang teratas sampai tingkat yang terbawah. Dalam organisasi ini seseorang atau bawahan hanya bertanggung jawab kepada satu orang atasan saja.

Keburukan Organisasi Garis:

  • Tugas Pokok orang-orang sering dinomor duakan.Kurangnya seorang pimpinan perusahaan yang cakap dan berpengetahuan luas.
  • Adanya kecenderungan seorang pimpinan untuk bertindak otoriter/diktator.
  • Persaingan tidak sehat antara pejabat satu dengan pejabat yang lain.
  • Dalam pengembangan suatu bawahan kurang mendapat perhatian, karena mereka tidak pernah di ikutsertakan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

b. Organisasi lini dan Staff
perpaduan antara struktur organisasi garis dengan struktur organisasi fungsional dengan bantuan staff. Staff adalah tenaga ahli yang bertugas memberikan pertimbangan dan nasehat sesuai dengan keahliannya.

Keburukan Organisasi Fungsional, yaitu :

  • Para tenaga kerja/karyawan sering bingung karena mendapat perintah dari beberapa atasan.
  • Tidak adanya satu kesatuan perintah.
  • Sulit adanya kerja sama karena para tenaga pengajar/karyawan sudah merasa ahli dalam bidangnya dan juga terlalu mementingkan bidangnya.

Menekankan pada rutinitas tugas dan kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang
Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit

Keburukan Organisasi Lini dan Staf, yaitu :

  • Tugas pokok para tenaga pengajar sering di nomor duakan.
  • Struktur organisasinya sangat rumit.
  • Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya, dan Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu .

Organisasi Fungsional

Organisasi Fungsional adalah organisasi yang susunannya berdasarkan atas fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut,Dalam organisasi ini seorang tenaga kerja tidak hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Pada organisasi ini pemimpin berhak memerintahkan semua para tenaga kerja/para karyawannya, selama masih dalam hubungan pekerjaan.Sehingga seorang pekerja dapat saja diperintah oleh lebih dari satu atasan sesuai dengan keahliannya.

Kebaikan dan Keburukan Organisasi Lini dan Staff adalah

A. Kebaikan struktur organisasi lini dan staff:

1. Adanya pembagian tugas yang jelas.

2. Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas.

3. Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin.

4. Staff dilaksanakan sesuai dengan prinsip the right man on the right place.

5. Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan.

B. Keburukan struktur organisasi lini dan staff:

1. Tugas Pokok orang-orang sering dinomor duakan.

2. Proses decision making berliku-liku.

3. Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoil system patronage.

4. Persaingan tidak sehat antara pejabat satu dengan pejabat yang lain

5. Pemimpin biasa yang cenderung otoriter, karena organisasi dipandang milik sendiri.

KETERPURUKAN STRUKTUR ORGANISASI GARIS/STAFF FUNGSIONAL PADA PENDIDIKAN

Pengertian organisasi garis/staff (secara lengkap) adalah rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Bentuk-bentuk organisasi, yaitu :
1. Organisasi Garis (Lini)
Organisasi Garis atau lini adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya merupakan garis wewenang yang saling menghubungkan langsung sacara vertikal antara atasan dan bawahan.
Pada organisasi ini garis bersama dari kekuasaan dan tanggung jawab yang bercabang pada setiap tingkat pimpinan mulai dari tingkat yang teratas sampai tingkat yang terbawah. Dalam organisasi ini seseorang atau bawahan hanya bertanggung jawab kepada satu orang atasan saja. Oleh karena itu dalam organisasi ini seorang atasan harus dituntut untuk memiliki pengetahuan yang sangat ahli dalam bidangnya dan serba guna, karena seorang atasan tidak memiliki pembantu atau bawahan yang ahli. Jenis organisasi garis atau lini ini disebut dengan organisasi untuk perusahaan kecil.

Keburukan Organisasi Garis (Lini) :

  • Sulit untuk memperoleh dana dan melatih tenaga pengajar untuk menjadi tenaga yang ahli/serba bisa.
  • Kurangnya seorang pimpinan perusahaan yang cakap dan berpengetahuan luas.
  • Sulitnya menangani murid yang banyak, karena minimnya tenaga pengajar dan komputer yang tersedia.
  • Adanya kecenderungan seorang pimpinan untuk bertindak otoriter/diktator.
  • Secara keseluruhan organisasi bergantung hanya pada satu orang, sehingga jika orang tersebut tidak mampu atau berhalangan untuk hadir maka organisasi tersebut akan terancam kehancuran.
  • Dalam pengemabngan suatu bawahan/tenaga pengajar kurang mendapat perhatian, karena mereka tidak pernah di ikutsertakan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

2. Organisasi Lini dan Staf
Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Tugas staf itu dilakukan apabila seorang pimpinan mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah pada organisasi tersebut.
Organisasi ini banyak sekali pada perusahaan-perusahaan besar yang luas daerah kerjanya serta memiliki bidang tugas yang kompleks. Organisasi ini merupakan penyempurnaan kekurangan dari struktur organisasi garis (lini).

Keburukan Organisasi Lini dan Staf, yaitu :

  • Tugas pokok para tenaga pengajar sering di nomor duakan.
  • Kelompok pelaksana sering bingung untuk membedakan perintah atau bantuan nasihat.
  • Sikap solidaritas dan esprit de corps karyawan berkurang, karena tidak saling mengenal. Yang dapat menyebabkan persaingan kurang sehat yang sering terjadi atau setiap para pengajar menganggap tugas-tugasnyalah yang paling terpenting.
  • Unit staf sering dapat memaksakan sarannya pada unit garis atau dapat tidak efektif jika hanya menunggu sampai diminta untuk memberikan sarannya.
  • Sulitnya untuk mengkoordinasikan yang sudah diterapkan.
  • Struktur organisasinya sangat rumit.

3. Organisasi Fungsional

Organisasi Fungsional adalah organisasi yang susunannya berdasarkan atas fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut, misalnya fungsi produksi, keuangan, administrasi dn lain-lain. Dalam organisasi ini seorang tenaga pengajar tidak hanya bertanggung jawab kepada satu atasa saja. Pada organisasi ini pemimpin berhak memerintahkan semua para tenaga pengajar/para karyawannya, selama masih dalam hubungan pekerjaan.

Pada bentuk organisasi ini dalam pembagian kerjannya mendapat perhatian yang sangat khusus. Pembagian ini didasarkan pada spesialisasi bidang yang dimilkinya masing-masing pada setiap tenaga pengajar atau karyawan. Organisasi fungsional ini diciptakan oleh F.W.Taylor

Dengan demikian para bawahan akan mendapat perintah dari beberapa orang atasan yang masing-masing memilki dan menguasai satu keahlian saja dan bertanggung jawab sepenuhnya atas bidangnya masing-masing.

Organisasi dibagi menjadi 2, yaitu :

1.Organisasi Formal.
Adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

2. Organisasi Informal
Adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

Struktur organisasi adalah susunan sub-subsistem dengan hubungan wewenang dan tanggung jawabnya. Bentuk Struktur Organisasi :
a. Berdasarkan Tipe-tipe/Bentuknya Organisasi lini (line organization).
Jenis organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pimpinan dalam hal ini sangat dominan dimana semua kekuasaan di tangan pimpinan.
b. Organisasi lini dan staf (line and stuff organization).
Dalam organisasi ini staf bukan sekedar pelaksana tugas tetapi juga diberikan wewenang untuk memberikan masukan demi tercapainya tujuan secara baik. Demikian juga pimpinan tidak sekedar memberikan perintah atau nasehat tetapi juga bertanggung jawab atas perintah atau nasehat tersebut.
c. Organisasi fungsional (functional organization).
Disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan. Pada tipe organisasi fungsional ini masalah pembagian kerja mendapat perhatian yang sungguh-sungguh.
d. Organisasi lini, staf, dan fungsional (line, stuff, and functional organization).
Organisasi lini, lini dan staf, serta fungsional ini dilakukan dengan cara menggabungkan kebaikan dan menghilangkan keburukan dari ketiga tipe organisasi tersebut. Dengan demikian, cocok untuk dipakai pada suatu organisasi yang besar dan kompleks.

Keburukan Organisasi Fungsional, yaitu :

  • Para tenaga pengajar/karyawan sering bingung karena mendapat perintah dari beberapa atasan.
  • Adanya suatu koordinasi yang sulit dilakukan.
  • Tidak adanya satu kesatuan perintah.
  • Sulit adanya kerja sama karena para tenaga pengajar/karyawan sudah merasa ahli dalam bidangnya dan juga terlalu mementingkan bidangnya.
  • Adanya sikap solidaritas yang terlalu berlebihan, sehingga dapat menimbulkan perpecahan dalam bekerja sama.
  • Para karyawan sulit mengadakan alih tugas (tour of duty = tour of area), akibat spesialisasi yang mendalam, kecuali mengikuti pelatihan lebih dahulu.